Islam Menjadi Hampa Tanpa Tasawuf
SURAU NURUL AMIN MADIUN - Faedah ilmu tasawuf adalah menyingkap lapisan hijab atau tirai yang menghalangi diri dengan Allah. Tasawuf mengajarkan membersihkan qolbu dari sifat tercela seperti iri dengki, benci, sombong, dendam kusumat, tamak, marah dll, serta menghiasi dengan sifat terpuji seperti sabar, syukur, rendah hati dan kasih sayang. Hati yang bersih menjadi sumber ketenangan dan modal utama kebaikan didunia dan akhirat
Permulaan tasawuf adalah Ilmu Pengetahuan, pertengahannya Kekal Mengerjakan Amal Ibadat dan akhirnya Mauhibiyah yang artinya Pemberian Allah (karunia Allah)
Maka Ilmu Pengetahuan untuk Membukakan Kehendak. Amal Ibadat itu Menolong Segala Apa yang Dimaksud. Dan Pemberian atau Anugerah Allah Menyampaikan Kepada Apa yang Dicita-citakan
Ilmu tasawuf atau ilmu batin sangat penting dan wajib diketahui oleh setiap orang Islam yang ingin mencapai tingkat kesempurnaan iman
Hujjatul Islam Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa ilmu mukasafah atau ilmu batin adalah setinggi-tinggi segala ilmu pengetahuan. Dan ilmu batin itulah yang menjadi pakaian para siddiqin dan Muqarrabin, merupakan nur (cahaya) yang menyinari hati ketika hati dalam keadaan suci dan bersih dari segala sifat-sifat tercela. Dengan demikian akan tercapailah makrifat yang hakiki dengan zat Allah dan segala sifat-Nya yang Maha Sempurna atau dengan segala perbuatan-Nya dan hikmah-Nya menjadikan dunia dan akhirat
Ilmu tasawuf (ilmu batin) atau ilmu Qolbi adalah zauq artinya didasarkan pada perasaan hati semata, dan juga wajdan artinya didasarkan pada pendapat yang tak dapat diucapkan dengan lisan atau tak dapat ditulis dengan pena, dan tak dapat pula diwujudkan dalam bentuk daftar. Begitulah ilmu tasawuf ia lebih banyak bergantung kepada zauq (perasaan) dan wajdan (pendapat)
Lain halnya dengan kedudukan ilmu lahir laksana buah pada pohon buahnya adalah menjadi keutamaan pohon itu tetapi pohon tidak akan bermanfaat kalau tidak menghasilkan buah. Buah tak akan didapat melainkan pohonnya tumbuh dengan subur oleh karena itu supaya pohon tumbuh dengan subur peliharalah, rawat dan pupuklah sebaik-baiknya agar menghasilkan buah
Sebagian ulama lahir terkicuh dengan adanya ilmu tasawuf (ilmu batin) sehingga mereka berani membantah atau meniadakan ilmu batin itu. Ada juga yang sengaja mengaburkan dan secara terang-terangan menentang ilmu tasawuf dengan maksud membasminya. Dan ada pula yang mengatakan ilmu Sufi itu bukanlah ilmu batin karena mereka menganggap ilmu batin adalah suatu ilmu Allah yang sulit dicerna oleh manusia
Memang benar segala sesuatu yang dapat diketahui oleh manusia secara lahir adalah dari ilmu lahir karena yang lahir adalah bagi makhluk. sebaliknya ilmu tasawuf dinamakan dengan ilmu batin karena keadaan batinnya di nisbahkan kepada manusia di mana manusia terdiri dari unsur batin dan unsur lahir karena itu ilmu batin atau ilmu tasawuf pada sebagian besar ulama tidak bertentangan dengan ilmu lahir
Ulama batin tidak mau menghalalkan apa yang haram dan sebaliknya tidak mau mengharamkan apa yang halal sebagaimana yang telah ditentukan oleh ulama lahir atau ulama syariat. Tetapi hanya orang-orang jahil atau orang bodoh sajalah yang menganggap bahwa ilmu tasawuf atau ilmu batin bertentangan dengan ilmu lahir
Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin mengatakan Barang siapa berkata ilmu batin itu bertentangan dengan ilmu lahir maka ia lebih dekat kepada kufur daripada iman
Imam qusyairi juga mengatakan setiap syariat yang tidak dikuatkan dengan hakikat tidak diterima dan setiap hakikat yang tidak dihubungkan dengan syariat tidak akan berhasil. karena syariat itu menjalankan segala apa yang diperintah sedangkan hakikat adalah percaya kepada qadha dan qadar baik yang tersembunyi maupun yang nyata
Tasawuf dan Tarekat: Tasawuf adalah ilmunya (teori dan ajaran), sedangkan tarekat adalah praktik atau jalan konkretnya yang harus dibimbing oleh Guru Mursyid. Ilmu tasawuf ruh daripada agama islam, Tanpa Tasawuf Islam Menjadi Hampa
